BRANTAS MAFIA

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Senin, 13 April 2026

Rekonstruksi 36 Adegan Jadi Kunci, AKBP Agung Tribawanto Percepat Berkas Perkara

  

PASAMAN BARAT | Kepolisian Resor Pasaman Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang pensiunan aparatur sipil negara dengan menghadirkan tersangka dan para saksi secara langsung dalam 36 adegan yang diperagakan secara rinci di halaman Mapolres, Senin, 13 April 2026.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa rekonstruksi tersebut merupakan bagian penting dalam proses penyidikan guna mengungkap secara terang rangkaian peristiwa serta memperkuat alat bukti. Ia memastikan seluruh tahapan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

AKBP Agung Tribawanto menjelaskan, tersangka berinisial NJ, 39 tahun, memperagakan langsung perbuatannya dalam rekonstruksi tersebut, sementara peran korban, Khoiron Lubis, 65 tahun, warga Nagari Pematang Panjang, diperankan oleh pengganti.

Dalam pelaksanaannya, rekonstruksi turut dihadiri Tim Inafis Polres Pasaman Barat, perwakilan kejaksaan, serta kuasa hukum tersangka. Menurut AKBP Agung Tribawanto, kehadiran berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan aspek legalitas dalam proses hukum.

Rekonstruksi sengaja dilaksanakan di halaman Mapolres guna menjamin keamanan serta kelancaran kegiatan. AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa meski dilakukan di lokasi berbeda dari tempat kejadian perkara, seluruh adegan tetap disesuaikan dengan fakta sebenarnya di lapangan.

Kaur Bin Ops Sat Reskrim Iptu Suardi menjelaskan, awalnya penyidik hanya merancang 28 adegan. Namun, dalam pelaksanaannya berkembang menjadi 36 adegan setelah disesuaikan dengan hasil penyidikan di tempat kejadian perkara.

AKBP Agung Tribawanto menilai penambahan adegan tersebut justru memperjelas konstruksi perkara, sehingga memudahkan penyidik dalam mengungkap fakta secara utuh terkait perbuatan tersangka.

Dalam rekonstruksi, diperagakan rangkaian kejadian sejak tersangka mendatangi pondok kebun milik korban hingga melakukan aksi pembunuhan yang kemudian diikuti tindak pencurian.

AKBP Agung Tribawanto mengungkapkan bahwa motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati tersangka akibat upah kerja sebesar Rp8 juta yang tidak dibayarkan korban sejak tahun 2022 hingga 2024.

Dari hasil rekonstruksi, tersangka juga mengakui telah merencanakan perbuatannya sejak 2 Februari 2026, saat mengalami kesulitan ekonomi dan membutuhkan biaya hidup serta pendidikan anak.

AKBP Agung Tribawanto menjelaskan, tersangka kemudian mendatangi pondok korban, mencongkel pintu, lalu memukul kepala korban menggunakan balok kayu hingga korban terjatuh.

Tidak berhenti di situ, tersangka melanjutkan aksinya dengan mencekik leher korban untuk memastikan korban meninggal dunia. Fakta ini, menurut AKBP Agung Tribawanto, semakin menguatkan unsur kesengajaan dalam tindak pidana tersebut.

Setelah melakukan pembunuhan, tersangka mengambil sejumlah barang milik korban, termasuk uang tunai, telepon genggam, powerbank, serta sepeda motor yang kemudian digunakan untuk melarikan diri ke wilayah Sumatera Utara.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di sebuah pondok kebun di Jorong Aek Geringging, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.

Dalam aspek hukum, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa tersangka dijerat Pasal 459 juncto Pasal 458 ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait pembunuhan berencana.

Ancaman hukuman yang dihadapi tersangka tidak ringan, yakni pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun. AKBP Agung Tribawanto memastikan proses hukum akan berjalan hingga tuntas.

Ia juga menegaskan bahwa jajarannya terus melengkapi alat bukti dan mempercepat pemberkasan perkara agar segera dapat dilimpahkan ke tahap penuntutan.

AKBP Agung Tribawanto menambahkan, penanganan kasus ini menjadi bukti komitmen Polri dalam memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penyelesaian konflik secara bijak agar tidak berujung pada tindakan kriminal yang merugikan semua pihak.

Catatan redaksi: Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat tentang bahaya konflik yang tidak terselesaikan dengan baik. Penegakan hukum yang tegas oleh kepolisian diharapkan mampu memberikan efek jera serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

TIM RMO

Sabtu, 11 April 2026

Road To Kemala Run 2026 Polda Sumbar, Kapolres Pasaman Barat Pimpin Langsung Partisipasi Personel

  


PADANG — Kapolres Pasaman Barat turut melaksanakan dan menghadiri kegiatan olahraga bersama yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Barat dalam rangka Road To Kemala Run 2026. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan personel kepolisian dari berbagai satuan wilayah, termasuk jajaran Polres Pasaman Barat yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kesehatan jasmani dan kekompakan institusi.

Kegiatan Road To Kemala Run 2026 ini menjadi salah satu agenda penting Polda Sumbar dalam membangun semangat olahraga, sekaligus mempersiapkan personel untuk menghadapi event Kemala Run yang lebih besar pada tahun 2026 mendatang. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar anggota Polri dari berbagai wilayah di Sumatera Barat.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasaman Barat terlihat hadir bersama personel dan turut menyemarakkan suasana kegiatan dengan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi lari bersama, pemanasan, hingga sesi dokumentasi sebagai bentuk partisipasi dalam event besar yang diprakarsai Polda Sumbar.

Kapolres Pasaman Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Polda Sumbar dalam meningkatkan kualitas kesehatan personel Polri. Menurutnya, olahraga bukan hanya sekadar aktivitas fisik, namun juga menjadi sarana penting untuk membangun mental yang kuat, menjaga daya tahan tubuh, serta meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas kepolisian di lapangan.

“Melalui kegiatan Road To Kemala Run 2026 ini, kita ingin menumbuhkan semangat hidup sehat dan kebersamaan. Personel Polri dituntut selalu prima, karena tugas kepolisian membutuhkan fisik yang kuat dan mental yang tangguh,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan olahraga bersama ini juga dapat mempererat solidaritas antar personel, sehingga sinergi dan kerja sama di lingkungan Polri semakin kuat. Hal tersebut sangat penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menjalankan berbagai agenda pengamanan yang menjadi tanggung jawab Polri.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga dinilai mampu menjadi sarana positif untuk membangun citra Polri di tengah masyarakat. Dengan aktif mengikuti kegiatan olahraga yang sehat dan bermanfaat, Polri dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan aktif.

Dalam kesempatan itu, para personel Polres Pasaman Barat yang mengikuti kegiatan juga menunjukkan semangat luar biasa. Bahkan beberapa personel tampak mengenakan medali sebagai bukti partisipasi dan pencapaian dalam kegiatan tersebut.

Road To Kemala Run 2026 sendiri merupakan program yang digagas sebagai langkah awal menuju pelaksanaan event olahraga berskala lebih besar yang akan diselenggarakan pada tahun 2026. Event ini diperkirakan akan menjadi ajang yang melibatkan banyak peserta dari berbagai kalangan, baik internal Polri maupun masyarakat umum.

Kapolres Pasaman Barat berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, karena selain meningkatkan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk tetap menjaga kebugaran dan semangat kerja.

“Dengan tubuh yang sehat, personel akan lebih maksimal dalam melayani masyarakat. Kita harapkan kegiatan seperti ini menjadi budaya positif di lingkungan Polri,” tutup Kapolres.

Kegiatan Road To Kemala Run 2026 Polda Sumbar berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias hingga akhir acara, sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat kekompakan serta semangat Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Tim.

Jumat, 10 April 2026

Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Rutan Padang Dorong Lingkungan Sehat dan Harmonis

  


Padang — Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang menggelar pembukaan Pekan Olahraga yang melibatkan pegawai serta warga binaan, Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di lapangan Rutan tersebut menjadi simbol komitmen pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada penguatan nilai kemanusiaan.

Upacara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh jajaran pegawai dan warga binaan tampak hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan apel bersama. Momentum ini menjadi ruang interaksi yang jarang terjadi dalam suasana formal, namun tetap mengedepankan disiplin serta tata tertib yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.


Kepala Rutan Kelas IIB Padang, Mai Yudiansyah, yang bertindak sebagai pembina upacara, dalam amanatnya menegaskan bahwa pekan olahraga bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan yang bertujuan membangun mental positif, meningkatkan kesehatan jasmani, serta mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan rasa saling menghargai. Ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan yang lebih humanis, di mana warga binaan diberi ruang untuk berkembang secara positif,” ujar Mai Yudiansyah.

Ia juga menambahkan bahwa peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 harus dimaknai sebagai momentum refleksi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan. Pendekatan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan reintegrasi sosial menjadi kunci utama dalam sistem pemasyarakatan modern.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengurangi kejenuhan warga binaan selama menjalani masa pidana. Berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan, seperti bola voli, sepak bola, catur, tarik tambang hingga permainan tradisional, diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih segar dan produktif di dalam lingkungan rutan.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Warga binaan bersama petugas tampak berbaur dalam semangat kompetisi yang sehat. Meski berada dalam lingkungan terbatas, semangat untuk berprestasi dan berpartisipasi tetap terpancar kuat dari setiap individu yang terlibat.

Namun demikian, kegiatan ini juga tidak lepas dari perhatian terhadap aspek pengamanan dan pengawasan. Pihak Rutan memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan dalam koridor aturan yang berlaku, dengan pengawasan ketat guna menjaga ketertiban dan keamanan.

Dari perspektif pembinaan, kegiatan olahraga seperti ini dinilai memiliki dampak positif yang signifikan. Selain meningkatkan kebugaran fisik, interaksi sosial yang terbangun dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan, disiplin, serta tanggung jawab—yang menjadi bekal penting bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

Pekan olahraga ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan partisipasi aktif seluruh warga binaan dan petugas. Penutupan kegiatan nantinya akan diisi dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi yang telah ditunjukkan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Padang berharap dapat terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, kondusif, dan berorientasi pada pembinaan yang bermartabat. Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 pun diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata dalam proses pembinaan menuju perubahan yang lebih baik.

.SELVIRA.

Senin, 06 April 2026

Sumbang dan Bantuan Sosial di Nagari Air Bangis, Polisi Hadir Membawa Harapan di Bawah AKBP Agung Tribawanto


AIR BANGIS, PASBAR | Di sebuah sudut Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, terdapat sebuah rumah sederhana yang jauh dari keramaian. Di tempat itulah sepasang suami istri menjalani hari-hari mereka dengan penuh keterbatasan, dalam kondisi kesehatan yang tidak lagi memungkinkan untuk hidup seperti biasa.

Suasana rumah itu cenderung sunyi, hanya diisi oleh rutinitas sederhana yang dilakukan dengan perlahan dan penuh kehati-hatian. Setiap gerakan terasa berat, setiap aktivitas membutuhkan tenaga dan kesabaran yang tidak sedikit.

Sang suami telah mengalami kelumpuhan sejak satu tahun terakhir. Tubuh yang dulu kuat kini hanya mampu bertahan di tempat, bergantung pada bantuan orang lain untuk sekadar berpindah posisi.

Sementara itu, sang istri juga tengah berjuang melawan penyakit stroke yang membuat geraknya terbatas. Kondisi ini membuatnya tidak lagi mampu menjalankan aktivitas rumah tangga seperti sebelumnya.

Dalam keadaan seperti itu, keduanya hanya bisa saling menguatkan dalam diam. Tidak banyak kata yang terucap, namun kebersamaan menjadi satu-satunya kekuatan yang tersisa.

Keterbatasan fisik membuat mereka kehilangan sumber penghasilan. Hari-hari mereka bergantung pada bantuan dari lingkungan sekitar yang peduli dengan kondisi mereka.

Anak-anak mereka yang juga memiliki tanggung jawab masing-masing belum sepenuhnya mampu menjadi penopang kehidupan keluarga, sehingga beban yang ada terasa semakin berat.

Rumah sederhana itu menjadi saksi bagaimana mereka bertahan dalam keadaan yang serba terbatas, tanpa banyak pilihan selain menerima dan menjalani.

Di tengah kondisi tersebut, langkah aparat kepolisian dari Polsek Sungai Beremas hadir membawa suasana yang berbeda. Kehadiran mereka tidak menciptakan jarak, melainkan menghadirkan rasa hangat yang jarang dirasakan.

Kapolsek Sungai Beremas AKP Elvis Susilo bersama personel datang dengan pendekatan yang sederhana. Tidak ada protokoler yang kaku, tidak ada kesan formal yang berlebihan.

Sapaan hangat dan percakapan ringan menjadi awal pertemuan. Suasana yang sebelumnya sunyi perlahan berubah menjadi lebih hidup dan penuh rasa.

Kehadiran tersebut merupakan bagian dari arah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., yang menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

Pendekatan ini bukan sekadar konsep, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kunjungan itu, bantuan berupa kebutuhan pokok diserahkan. Beras, telur, dan minyak goreng menjadi bentuk perhatian yang diberikan untuk membantu meringankan beban sehari-hari.

Bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana, namun memiliki arti besar bagi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan.

Yang paling terasa bukan hanya bantuan itu sendiri, tetapi kehadiran polisi yang datang dengan empati dan kepedulian.

Percakapan yang terjadi menghadirkan kehangatan yang sulit diungkapkan. Ada senyum kecil yang muncul di tengah kondisi yang selama ini dipenuhi kesunyian.

Momen itu menjadi bukti bahwa kepedulian tidak harus datang dalam bentuk besar. Kehadiran yang tulus sudah cukup untuk memberikan kekuatan.

Kehadiran polisi dalam situasi seperti ini menunjukkan bahwa tugas mereka tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang lebih dalam.

Pendekatan humanis yang dilakukan menjadi gambaran bahwa pelayanan bisa hadir dengan cara yang sederhana, tanpa jarak, dan benar-benar dirasakan.

Di Air Bangis, hari itu, bukan sekadar kunjungan yang terjadi. Ada kepedulian yang tumbuh, ada harapan yang kembali hadir.

Dan bagi pasangan tersebut, kehadiran itu menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi hidup. Masih ada yang peduli, masih ada yang datang, dan masih ada harapan yang tersisa.

Catatan Redaksi:

Pendekatan humanis menjadi wajah pelayanan yang semakin dibutuhkan di tengah masyarakat. Ketika aparat hadir dengan empati dan ketulusan, maka kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya. Inilah bentuk nyata kehadiran yang tidak berjarak, tidak dibuat-buat, dan benar-benar menyentuh kehidupan rakyat.

TIM RMO

AKBP Agung Tribawanto Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian

 

PASAMAN BARAT | Di tengah suasana khidmat peringatan Jumat Agung, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menyampaikan ucapan yang sarat empati kepada umat Kristiani di wilayahnya, sebagai bentuk penghormatan tulus atas hari suci wafatnya Isa Almasih yang diperingati dengan penuh keheningan dan doa.

Bersama jajaran staf dan Bhayangkari, Kapolres menunjukkan bahwa perhatian institusi kepolisian tidak hanya hadir dalam tugas keamanan, tetapi juga dalam sisi kemanusiaan yang menghargai setiap keyakinan yang dianut masyarakat Pasaman Barat.

Baginya, Jumat Agung bukan sekadar peringatan keagamaan, melainkan momen refleksi sosial yang mengajarkan nilai kasih, pengorbanan, dan kedamaian yang sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

“Semoga peringatan ini membawa ketenangan batin, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan semakin menguatkan persaudaraan di tengah masyarakat,” ucapnya dengan nada penuh ketulusan.

Kapolres menilai bahwa toleransi sejati terlihat dari sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari, saling menghormati tanpa melihat perbedaan latar belakang agama maupun budaya.

Dalam momentum ibadah tersebut, Polres Pasaman Barat memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berlangsung aman, tertib, dan khidmat sehingga umat dapat beribadah dengan rasa nyaman.

Pendekatan pengamanan dilakukan secara humanis, mengedepankan pelayanan yang bersahabat, serta kehadiran polisi yang menenangkan, bukan menegangkan.

Menurutnya, rasa aman yang dirasakan masyarakat bukan hanya karena penjagaan, tetapi karena tumbuhnya rasa saling menjaga antarwarga.

Ia juga melihat Jumat Agung sebagai ruang memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan lintas keyakinan yang telah lama hidup di Pasaman Barat.

Pesan yang disampaikan mencerminkan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga penjaga nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Nilai pengorbanan yang diperingati pada Jumat Agung diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.

Keberagaman yang ada di Pasaman Barat, menurut Kapolres, merupakan kekuatan besar jika dirawat dengan sikap saling menghargai dan menghormati.

Ucapan yang sederhana namun penuh makna ini menunjukkan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dan memahami nilai-nilai sosial yang hidup di tengah warga.

Pesan damai yang disampaikan menjadi pengikat harmoni yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Pasaman Barat.

Momentum religius tersebut kembali mengingatkan bahwa kedamaian lahir dari empati, toleransi, dan sikap saling memahami di antara perbedaan.

Jumat Agung pun menjadi pengingat bersama bahwa persaudaraan sejati tumbuh ketika setiap orang mampu menghargai keyakinan orang lain dengan hati yang lapang.

Catatan Redaksi:

Pesan yang disampaikan Kapolres Pasaman Barat menegaskan wajah Polri yang hadir untuk masyarakat—menjaga keamanan ibadah, merawat toleransi, serta menguatkan persaudaraan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Pasaman Barat.

TIM RMO

Kamis, 02 April 2026

Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Ajak Masyarakat Maknai Kesucian Jumat Agung 2026 ​Peringati Jumat Agung, Ditlantas Polda Sumbar

  


PADANG – Jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menyampaikan ucapan selamat memperingati Jumat Agung bagi seluruh umat Kristiani di wilayah hukum Sumatera Barat. Pesan ini disampaikan langsung oleh Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidic, S.I.K., S.H., M.H., bersama Wadirlantas, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., pada Jumat (03/04/2026).


​Dalam pesan tertulisnya, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa peringatan Jumat Agung merupakan momen penting untuk merenungkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


​"Hari ini mengingatkan kita semua tentang arti kasih, pengorbanan, dan ketulusan. Semoga damai selalu menyertai setiap langkah kita dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat," ujar Kombes Pol. Reza.


​Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap hari besar keagamaan, pesan ini juga mencerminkan komitmen Polda Sumbar dalam menjunjung tinggi nilai toleransi di Sumatera Barat. Pihak kepolisian berharap semangat pengorbanan yang menjadi inti dari Jumat Agung dapat menginspirasi masyarakat untuk saling peduli dan menjaga ketertiban, khususnya dalam berlalu lintas.


​Melalui peringatan ini, jajaran Ditlantas Polda Sumbar mendoakan agar kedamaian senantiasa melingkupi masyarakat, sehingga tercipta situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang kondusif di seluruh penjuru Ranah Minang.


TIM.

Selasa, 31 Maret 2026

Momentum Refleksi dan Apresiasi, Peringatan HUT Lalu Lintas Polda Sumbar Perkuat Komitmen Pelayanan Publik

   

Sumatera Barat — Suasana penuh semangat dan kebanggaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Polda Sumatera Barat yang tergambar dalam momen kebersamaan jajaran personel Direktorat Lalu Lintas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam potret tersebut, terlihat barisan personel yang berdiri tegap dengan penuh disiplin dan kekompakan. Kehadiran personel dari berbagai unsur, termasuk Polisi Wanita (Polwan), menunjukkan sinergi dan profesionalisme yang terus dijaga dalam tubuh kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas.

Di bawah kepemimpinan Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kepemimpinan yang tegas, humanis, dan berorientasi pada solusi menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Berbagai program inovatif pun terus digencarkan, mulai dari peningkatan pelayanan berbasis digital, optimalisasi pengaturan arus lalu lintas, hingga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara. Langkah ini sejalan dengan upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Sumatera Barat.

Peringatan HUT Lalu Lintas ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kinerja yang telah dilakukan selama ini. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan serta kompleksitas mobilitas masyarakat, jajaran lalu lintas dituntut untuk semakin adaptif, responsif, dan inovatif dalam menjalankan tugas.

Selain itu, kehadiran personel di lapangan yang konsisten, baik dalam pengaturan lalu lintas, penanganan kecelakaan, hingga penegakan hukum, menjadi bukti nyata dedikasi yang tinggi. Pendekatan humanis dalam bertugas juga terus dikedepankan guna membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Apresiasi pun mengalir kepada seluruh personel yang telah bekerja tanpa kenal lelah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dedikasi dan pengabdian tersebut menjadi pondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan berlalu lintas di Ranah Minang.

Ke depan, di bawah arahan Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar diharapkan semakin solid, profesional, serta mampu menghadirkan pelayanan yang presisi dan berkeadilan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat pun menjadi faktor penting dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap tugas yang dijalankan, terdapat komitmen kuat untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat demi terciptanya keamanan dan ketertiban di tengah kehidupan masyarakat.

.TIM RMO.


Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi